Strategi Pemasaran Anak Muda? Omong kosong

by Ghani Kunto

Perlukah suatu perusahaan memiliki suatu strategi khusus untuk menangkap pangsa pasar anak muda?

Jawaban yang benar: tidak.

Biasanya ini yang terjadi:

Bank bikin strategi marketing anak muda –> sewa jasa creative agency –> kampanye besar-besaran –> mendapatkan awareness yang tinggi –> jumlah nasabah muda bertambah –> isi rekening: minimum

atau

Operator ponsel bikin divisi anak muda –> bayar jasa konsultan riset anak muda –> kampanye besar-besaran –> jumlah subscriber baru bertambah –> churn rate ikut naik –> ARPU ambles

atau

Partai politik bikin komunitas anak muda –> menang pilkada (tapi karena pemilih hantu, bukan karena anak muda. Anak mudanya cuma datang untuk meramaikan suasana)

Kenapa?

Karena perusahaan/organisasi tersebut tidak memiliki DNA yang cocok dengan anak muda. Makanya dia butuh divisi khusus. Padahal ini sama saja dengan seorang cowok mengatakan pada cewek, “Gue sebenarnya pengen pacaran sama elo, tapi hubungan kita di hari Sabtu aja ya? Di hari yang lain gue sibuk. Elo ngerecokin guenya di hari Sabtu aja.”

Mau punya relationship dengan orang/perusahaan yang seperti itu?

Advertisements