Sisa umur Nokia dan BlackBerry

by Ghani Kunto

Nokia mau bangkrut? Yah bukan berita lagi sih. Rugi 11 trilliun rupiah di triwulan pertama 2012. Wow, untung bersih PLN selama satu tahun penuh pun gak sampai segitu. Yang lucu adalah mereka yang pura-pura kaget. Steve Elop bilang ini karena Nokia lambat menangkap perubahan. Ya iya lah. Dari tahun 2010 juga kita sudah bilang ini akan terjadi.

Saya rasa umur Nokia masih panjang, tapi Nokia di tahun 2014 sudah akan sangat berbeda dengan Nokia yang ada sekarang. Entah masih berjualan HP atau sudah fokus di network saja.

Nah, sekarang bagaimana dengan BlackBerry? Handset ini hancur-hancuran di market kunci seperti Amerika dan Eropa, tapi masih digemari di negara-negara berkembang (Indonesia, Thailand, Afrika Selatan, India, beberapa negara Eropa Timur). RIM sebagai perusahaan sih akan survive (seperti perusahaan Nokia pun akan tetap ada) tapi BlackBerry sebagai merek?

Insting saya mengatakan, apabila BlackBerry tidak melakukan perubahan yang diperlukan, umurnya di Indonesia tidak sampai 2 tahun lagi. Anak-anak muda di Jakarta sekarang memang masih memakai BB, tapi jika anda tanya mereka HP berikutnya apa, jawabannya kemungkinan besar: Android (kalau berduit, jawabnya ya iPhone).

Strategi BlackBerry = aji mumpung
Strategi BB saat ini hanya untuk ride the demand curve, alias aji mumpung. “Mumpung lagi populer, kita jual produk yang mirip dengan harga yang murah.” Aneh kan? Padahal ini adalah brand yang sudah punya beachhead di pasar kita. Eh, bukannya memperhatikan beachhead-nya, malah mengejar market kampung gak jelas. Iya, market kampung memang penting dan sangat berharga, tapi itu pasarnya CSL Blueberry dan Nexian. Begitu BB mengejar market kampung, market kota akan meninggalkannya. Setelah market kota meninggalkannya, ya market kampung juga akan pergi. Wong beli BB agar bisa seperti orang kota kok.

Seolah-olah Nokia menulis buku panduan Cara (Salah) Berbisnis HP dan BlackBerry membeli buku itu dan malah mengikuti resep kehancuran Nokia.
Step 1: Raih kesuksesan
Step 2: Jangan perhatikan pasar anak muda yang sebenarnya sangat penting
Step 3A: Jangan hiraukan alarm yang berbunyi. Kalau ditanya, “Kok kehilangan market share di key markets?” langsung jawab, “Oh, emang kita niatnya fokus ke emerging markets kok.”
Step 3B: Bila masih dipertanyakan, pecat CEO lama, dan pekerjakan CEO dari perusahaan software besar
Step 4: Potong harga dan fokus ke pasar kampung sambil pura-pura gak sadar bahwa masuk ke pasar itu berarti akan ditelan habis oleh produsen HP China/India/lokal
Step 5: Keluarkan HP yang katanya bisa menangkap kembali pasar kota setelah pasar kota sudah terlanjur diembat Apple & Google (iPhone & Android)
Step 6: Pecat ribuan orang
Step 7: Jual perusahaan, CEO dapat bonus jutaan dolar

Semakin banyak step sebelumnya yang tercapai, semakin besar kemungkinan step berikutnya akan terjadi. Will Step 7 happen for Nokia? Will BB go for Step 5 (tanpa melalui step 3B)? We’ll see.

Advertisements