Duren Enak Karena Baunya

by Ghani Kunto

UTTARADIT, KOMPAS.com – Provinsi Uttaradit di Thailand utara kini punya keunggulan baru. Wilayah itu kini melahirkan dua varietas baru durian yang tidak berbau maupun berbiji.

Durian yang merupakan buah dari Asia itu awalnya dikenal secara luas karena baunya yang menyengat sehingga membuat tidak senang sebagian orang tidak menyukai buah itu.

dari Kompas.com

Saya berani taruhan duren tanpa bau ini tidak akan menjadi sepopuler duren biasa.  Orang yang suka duren suka baunya, dan orang yang gak suka baunya tetap gak akan suka duren sekalipun baunya hilang.

Bila anda merasa jijik dengan kecoak dan ditanya kenapa, mungkin jawabnya, “kotor”, atau “sungutnya itu lho”, atau “warnya, hiih.”  Bila saya berikan pada anda kecoak warna pink yang sungutnya pendek sekali dan sudah saya mandikan, maukah anda mengelus-elusnya?  Maukah anda meletakkannya di pundak anda?

Kecoak ya kecoak. Duren ya duren. Orang yang suka/benci dengan kecoak atau duren gak peduli benda itu seperti apa.  Yang mereka pedulikan adalah persepsi mereka tentang benda tersebut.

Rasa duren penting.  Baunya apa lagi.  Yang lebih penting lagi adalah bahwa duren itu gak bisa dimakan sendirian.  Asyiknya duren tuh makannya harus rame-rame.

Nah, bagaimana dengan anda?  Anda jualan produk anda, atau “bau”-nya, atau konteksnya dalam kehidupan sosial pelanggan anda?

 

Advertisements