Sangkar Emas Wanita

by Ghani Kunto

Beberapa waktu yang lalu artikel Anne-Marie Slaughter di The Atlantic sempat bikin heboh.

Why Women Still Can’t Have It All

It’s time to stop fooling ourselves, says a woman who left a position of power: the women who have managed to be both mothers and top professionals are superhuman, rich, or self-employed. If we truly believe in equal opportunity for all women, here’s what has to change.

artikel lengkapnya di sini

Bicara tentang kesetaraan gender, di Indonesia malah lebih parah lagi. Sering kali tepat di depan mata. Terakhir saya ke Pondok Indah Mall, anak perempuan saya yang masih batita poop di celananya. Saya bergegas mencari tempat saya bisa membersihkan dan mengganti pakaiannya, dan di depan tempat yang disediakan, tanda ini yang saya lihat:

Ruang khusus ibu & balita. Pria dewasa dilarang masuk

Omong kosong apa ini?!?

Ini bukan saja merepotkan saya dan laki-laki lain yang ingin mengurus anaknya sendiri, ini mencerminkan cara pandang masyarakat kita: “Lelaki tidak usah ngurusin anak. Itu tugas wanita.”

Ya, mungkin sign ini ada untuk mengakomodasi wanita yang ingin menyusui dengan tenang tanpa ada laki-laki di dekatnya. Tapi kenapa gak ada tempat untuk mengganti popok yang terpisah, yang dapat dipakai siapa saja? Malah gak perlu ruang khusus. Sediakan saja diaper changing station yang menempel di dinding di kamar mandi laki-laki dan perempuan. Done!

Inilah sexisme jenis sangkar emas, di mana kita membuat aturan yang seakan-akan melindungi wanita, padahal malah memasukkan mereka ke gender stereotype.

Stereotipe #1: Wanita itu lemah, gak bisa parkir, dan doyan belanja
Manifestasi: Ladies Parking yang lebih lebar dan dekat dengan pintu masuk

Stereotipe #2: Wanita itu penggoda
Manifestasi: Fauzi Bowo komentar pemerkosaan itu karena rok mini mengundang syahwat

Ingin membantu wanita? Solusinya mirip dengan masalah marketing ke anak muda. Solusinya bukanlah dengan membuat aturan baru. Solusinya adalah dengan menciptakan kondisi dimana perubahan dapat terjadi.

Bagaimana kalau dimulai dengan ini: Kalau ingin lebih banyak wanita yang kerja kantoran, buatlah agar nyaman untuk para suami untuk bekerja di rumah.

Advertisements