Hubungan Anak Muda, Merek dan Ruang Sosial

by Ghani Kunto

McAllen is near the southernmost tip of Texas, on the Mexico border. “In a city like McAllen, with cartel violence across the river (less than 10 miles away from the library), I think it’s amazing that the city is devoting resources to a) not only saving a large and conspicuous piece of property from decline and vandalism, but b) diverting those resources into youth and the public trust,” Ramirez writes. “It’s easy to fall into drugs, drinking, and violence when you live on the border. It’s not really easy to find a place to hang out when you’re 14 that’s not the mall, the movies, or Mexico. And a giant library — a cool-looking open space devoted to entertaining the imagination? Well, I think that’s the best counter-move against violence imaginable. And you don’t even have to wait for a computer now.”

dari LA Times

Di jaman serba digital seperti sekarang, masih adakah kebutuhan untuk perpustakaan? Ada, bila perpustakaan berubah dari gudang buku menjadi ruang sosial.

Di jaman edan seperti sekarang, masih adakah ruang untuk mesjid dan gereja? Ada, bila tempat ibadah juga berfungsi sebagai ruang sosial (Bertemu Tuhan bisa di mana saja. Bertemu teman? Belum tentu)

Starbucks sukses bukan karena kopinya tapi karena fungsinya sebagai ruang sosial.

KFC di Indonesia bisa menggaet Slank dan Agnes Monica bukan karena ayamnya tapi karena fungsinya sebagai ruang sosial yang akhirnya menciptakan jalur distribusi untuk penjualan album musik.

Anak SD pergi ke sekolah bukan untuk menimba ilmu tapi untuk bertemu teman-temannya.

Suami/istri jarang di rumah? Bila rumah hanya memiliki fungsi fisik tanpa fungsi sosial ya itulah yang akan terjadi.

Ruang publik juga diterlantarkan karena tidak berfungsi sebagai ruang sosial.

Anak muda makan Maicih karena fungsi sosialnya sebagai bahan pembicaraan. Saat tidak memberikan fungsi sosial yang lain, anak muda akan dapat bahan pembicaraan yang lain, dan Maicih pun akan ditinggalkan.

Dari jaman baheula yang dicari anak muda itu adalah ruang sosial dan dunia selalu merenggutnya dari mereka dengan membuatnya tak nyaman dengan aturan pemerintah, kecerewetan orang tua dan polusi iklan.

If you can’t be part of the solution, you should at least stop taking part in the problems.

Advertisements