Yang penting bukan tahu banyak. Yang penting tahu yang penting

by Ghani Kunto

Siapa yang bisa menduga bahwa membuat kantor menjadi paperless bisa punya efek negatif terhadap lingkungan?

Saatnya memakai koran untuk mengelap bokong?

More toilet paper used to be made out of recycled office paper, but now that offices are going paperless, there’s less of the really high quality recyclable paper — the kind with the long fibers — to go around, notes Keira Butler in Mother Jones.

artikel lengkap di Grist.org

Katanya kan manusia berencana, Tuhan mentertawakan menentukan.  Pada dasarnya banyak sekali konsekuensi tidak terduga yang dapat terjadi ketika kita melakukan sesuatu, sampai-sampai melakukan perencanaan itu lebih penting dari memiliki rencana.

Bila pasukan tentara melakukan perencanaan mendetil dan dengan penuh disiplin memaksakan untuk mengikutinya verbatim, pasukan itu akan kalah. No plan ever survive execution. Yang penting adalah proses melakukan perencanaannya, memiliki titik-titik strategis yang harus tercapai, dan memastikan pasukan mampu beradaptasi terhadap perubahan.

Sama halnya dengan dunia bisnis. Mahasiswa didorong untuk membuat marketing plan yang mendetil dan karyanya dinilai dari serangkaian checklist yang mencakup segala macam tetek bengek, padahal pada saat eksekusi TIDAK AKAN ADA YANG TERLAKSANA SESUAI RENCANA. Kualitas seorang marketer bukan dilihat dari seberapa tebal skripsinya. Kualitas seorang marketer dilihat dari rasa percaya dirinya ketika memilah mana yang penting dan mana yang bullshit.

Skill-based economy sudah lewat. Knowledge-based economy masih berjaya. Tapi anda belajar bukan untuk hari ini kan? Anda belajar untuk esok hari. Dan besok jaman sudah berbeda. Besok sudah jamannya Insight-based economy.

Advertisements