Arti puasa dan lebaran

by Ghani Kunto

Dengar-dengar asal kata “puasa” datang dari budaya Hindu, dari kata “upawasa” yang artinya “menutup”. Karena itulah puasa diakhiri dengan “berbuka”.

Kata “lebaran” lebih unik lagi asal usulnya. Berikut tulisan yang sempat dimuat di Kompasiana mengenai kata yang satu ini:

Sebagian orang mengatakan kalau kata lebaran berasal dari bahasa Jawa ngoko, yakni kata lebar/wes bar/wes bubar yang artinya selesai−melaksanakan ibadah puasa. Kalau dipikir-pikir memang masuk akal juga, tetapi masalahnya orang Sumatera Utara juga mengaku kalau kata lebaran berasal dari sana. Selain itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang selama ini menjadi rujukan tidak ada penjelasan apakah kata lebaran merupakan kata dasar atau kata yang terbentuk setelah mengalami penambahan imbuhan (-an).

Orang Jawa sendiri kenyataannya jarang menggunakan istilah lebaran saat Idul Fitri. Mereka lebih sering menggunakan istilah sugeng riyadin sebagai ungkapan selamat hari raya Idul Fitri. Kata lebaran justru lebih banyak digunakan oleh orang Betawi dengan pemaknaan yang berbeda. Menurut mereka, kata lebaran berasal dari kata lebar yang dapat diartikan luas yang merupakan gambaran keluasan atau kelegaan hati setelah melaksanakan ibadah puasa, serta kegembiraan menyambut hari kemenangan dan bersilaturahmi dengan karib kerabat.

dari Kompasiana

Hm, jadi belum ada etimologi resmi kata “lebaran”. Tapi, walaupun ada, maknanya bagi setiap orang pasti akan memiliki lapisan ya g berbeda-beda. Ada sisi sosialnya (bertemu kerabat), sisi spiritualnya (kembali ke fitrah), sisi biologisnya (makan-makan! Yum!), sisi ekonominya (belanja untuk diri sendiri dan keluarga), dan sisi-sisi lainnya yang belum kusebutkan.

Untuk anda, tahun ini sisi mana yang paling menonjol?

Advertisements